Pada periode akhir zaman prasejarah masyarakat Gumi sasak telah mulai mengenal kehidupan secara teratur. Nenek moyang orang sasak melakukan hubungan dengan luar sehingga berbagai peralatan semakin berkembang dengan adanya saling tukar menukar barang,mulai dari barang-barang untuk melengkapi kebutuhan hidup sehari-hari hingga perhiasan. Benda benda dari hasil temuan tersebut merupakan kekayaan budaya material yang dapat menggambarkan tentang aktivitas dan kreativitas kehidupan masa lalu.
Penemuan batu nisan yang bertuliskan huruf Cina dan Arab di Pringgabaya masih belum mendapatkan jawaban yang pasti tentang hubungan cina dengan Islam di Gumi Sasak karena belum adanya kajian secara khusus tentang hal tersebut.
A. PENGARUH HINDU-BUDHA
Dalam kehidupan yang lebih teratur, nenek moyang kita menerima berbagai pengaruh baik yang berasal dari pengaruh agama Budha maupun pengaruh dari agama Hindu. Pengaruh Agarna Budha telah dapat diketahui sejak awal keberadaan kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia seperi Kutai, Tarurnanegara dan Sriwijaya. Ketika kerajaan Sriwijaya berkuasa, pulau Lombok (Gumi Sasak) disebutkan sebagai wilayah kekuasaannya. Adapun wilayah kekuasaan Sriwijaya meliputi:Sin to (Sunda), yang berbatasan dengan Yong-ya-lu (lenggala), Batas Su-chi-ton (Sriwijaya), adalah Suito. Disamping.kekuasaan Yong-ya-lu juga Ta-ban (Tumapel), Po-hu-yuan, Ma-teng (Medang), Hsi-ning (?), Teng-che, Ta-kang, Huan-ma-chu, Ma-li (Bali) Niu-lun (Lombok), Tan-jung-wu-lo (Tanjung Pura-Kalimantan), ti-wu (Timor), Peng-ya-i (Banggai, Sulawesi), Wa-nu-ku (Maluku)
Bukti konkrit adanya pengaruh agama Budha di Gumi Sasak adalah:
1. Temuan 4 (empat) buah arca dari perunggu pada tahun 1960 di Lombok Timur tepatnya di batu Pandang kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, K.eempat patung Budha tersebut kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. Dua di antara patung tersebut dikenal sebagai Tara dan Awalokiteswara. Menurut Dr. Soekmono, satu diantaranya mirip dengan patung Budha yang tcrdapat di Candi Borobudur berasal dari abad IX dan X.
2. Penemuan sebuah Genta di Pendua, desa Sesait, kecamatan Gangga Lombok Barat. Genta yang ditemukan terbuat dari perunggu, bentuknya menyerupai stupa dengan bagian tangkai bagian atas diberi hias Wajra berujung lima. Wajra adalah tanda Dewa Indra atau tanda pendeta Budha.
Setelah runtuhnya kerajaan Sriwijaya, maka muncullah kerajaan Majapahit. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keruntuhan Sriwijaya, diantaranya adalah; (1) serangan dari Colomandala di India, (2) daerah kekuasaan di Semenanjung Malaya melepaskan dir, (3) munculnya Kertanegara sebagai raja Singasari yang bercita-cita menyatukan Nusantara, (4) Ekspedisi Pamalayu tahun 1275 M.
Kerajaan majapahit Merupakan kerajaan yang bercorak Hindu terbesar dan memiliki pengaruh sangat luas di Nusantara. Keberadaan Pulau Lombok (Gumi Sasak) sendiri tertulis dalam kitab Negara Kertagama karya Mpu Prapanca pada zaman kerajaan Majapahit. Nama pulau Lombok disebutnya dalam Sarga XIII clan XIV dengan perincian sebagai berikut:
Jawa, Sumarera, Kalimantan, Semenanjung Malaya, Maluku, Nuta
Tengarn, Sulawesi dan Irian jaya.Sesudah gurun maka sampailah kita ke daerah
pulau Lombok Mirah Sasak yang utama.
Sebagai wilayah kekuasaan Majapahit, maka pengaruh agama Hindu berkembang Sasak. Hal ini dibuktikan rnelalui:
1. Temuan Arca Siwa Mahadewa Tahun 1950, di Barn Pandang, Desa Sapit Kecamatan Lombok Timur. Area tersebut bergaya Jawa Tengahan abad IX.
2. Terdapat tradisi (lisan?) masyarakat Pujut yang menyatakan bahwa asal usul nenek berasal dari Majapahit melalui Raden Mas Mulia. Raden Mas Mulia kawin dengan putri Dewa agung Putu Alit dari Klungkung bernama Dewi Mas Ayu Supraba. Dari Bali, Mas Mulia berangkat menuju Lombok disertai 17 keluarga dan menetap di Pujut.
B. KERAJAAN TERTUA GUMI SASAK
Kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di Pulau Lombok pada masa lampau adalah sebagai
berikut:
1. Menurut Babad Lombok kerajaan tertua di Lombok terletak di Desa Lae' diperkiran di sekitar Sambelia. Beberapa tahun pindah dan membangun negeri baru yang disebut Pamatan Aikmel. Ketika meletusnya Gunung Rinjani penduduk kerajaan ini terpencar-pencar yang ke Batudendeng kemudian Suwung yang terletak di sebelah utara Perigi. Rajanya bernama Batara lndra. Setelah itu lahirlah Kerajaan Lombok yang dipimpin oleh Kaden Maspahit.
2. Sumber lain mengatakan bahwa setelah kerajaan Lombok dihancurkan oleh tentara Majapahit melarikan diri ke dalam hutan, dan sekembalinya tentara itu Raden Maspalin kerajaan baru yang bernama Batu Parang yang kemudian terkenal dengan nama Selaparang.
3. Sumber yang lain lagi mengatakan bahwa pada abad ke XIII disebutkan Kerajaan dibangun oleh sekelompok transmigran dari Jawa di bawah pimpinan Prabu Inopati. Ketika Majapahit mengirimkan ekspedisinya ke pulau Bali tahun 1343 diteruskan ke Lombok di bawah pimpinan Empu Nala untuk menaklukkan Selaparang. Setelah berhasil ditaklukkan,Gadjah mada sendiri datang ke Lombok yang saat itu dikenal dengan nama Selapawis. Kedatangan Gadjah mada ke Lombok tulis dalam sebuah memori yang disebut Bencangah Pinan. Sejak kehancuran Selaparang Hindu, muncul kerajaan-kerajaan kecil di pulau Lombok, diantaranya adalah kerajaan Mumbul berpusat di Labuhan Lombok.
4. Kira-kira pada abad IX sampai abad ke XI di Lombok berdiri satu kerajaan bernama kerajaan Sasak (diketahui dari kentongan perunggu di Punjungan Tabanan). Mengenai bentuk dan susunan pernerintah kerajaan ini tidak diketahui dengan pasti, justru kentongan tersebut rnerupakan peringatan kemenangan Negara Sasak atas Bali yang kira-kira dibuat setelah jaman Anak Wungsu (1077).
5. Kerajaan Kedaro, merupakan kerajaan yang terletak di Belongas, rajanya bernama Rani Maspanji berasal dari Jawa, kemudian pindah ke Pengantap dengan nama kerajaan Samarkaton. Peninggalan kerajaan ini ialah pakaian kerajaan yang disirnpan oleh Amaq Danninah di Belongas. Demikian pula alat-alat upacara seperti gong, saat ini masih tersimpan di Penujak Kerajaan ini berakhir ketika terjadi serangan dari kerajaan Langko yang dipimpin oleh Patih Singarepa dan Patih Singaulung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar