Minggu, 15 September 2024

ASAL-USUL NAMA SASAK LOMBOK

A. ASAL NAMA SASAK DAN LOMBOK

Sasak  dan Lombok memiliki arti yang beraneka ragam. Adapun arti Sasak dan Lombok dapat dijabarkan sebagai berikut:

1.     Sumber lisan:

Sasak, karena zaman dahulu ditumbuhi hutan belantara yang sangat rapat.

2.      Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan clan Pengembangan Bahasa:

Sasak diartikan bulub bambu atau kayu yang dirakit menjadi satu.

3.     Kitab Negarakertagama (Decawanana):

Sasak dan Lombok di jelaskan bahwa Lombok barat di sebut lombok mirah dan lombok timur di sebut sasak Adi.

4.     Dr. C.H. Goris:

Sasak Berasal dari babasa Sansekerta (Sak = pergi dan Saka = asal).Jadi Orang Sasak adalah orang yang meniuggalkan negerinya dengan menggunakan rakit sebagai k.endaraanny. Orang yang pergi tersebut dimaksudkan adalah orang Jawa. Hal ini dibuktikan dengan adanya silsilah para bangsawan dan juga hasil sastra digubah dalam babasa jawa Madya dan berhuruf Jejawan (huruf sasak).

5.     Dr Van Teeuw dan P. De Roo De La Faille:

Sasak berasal dari pengulangan tembasaq (kain putih) yaitu saqsaq sehingga menjadi Sasak dan kerajaan Sasak berada di sebelah barat daya.

6.      Ditjen Kebudayaan Propinsi Bali

Di Pujungan Tabanan Bali terdapat sebuab tongtong perunggu yang dikeramatkan bertuliskan "Sasak dana priban. srih javanira". Tongton itu ditulis setelah Anak Wungsu (sekitar abad ke-12).

7.      Dalam babad Sangupati.

Lombok terkenal dengan narna Pulau Meneng(sepi).

8.      Steven van der Hagen,:

Pada tabun 1603 di Labuan Lombok banyak beras yang murah dan hampir setiap hari dikirim ke   bali sehingga

pelabuhan Lombok dipopulerkan menjadi Lombok.

Sampai akhir abad ke-19, pulau Lombok terkenal dengan nama Selaparang. Kerajaan ini semula bernama watu Parang kemudian berubah menjadi Selaparang. Dalam suatu memoar tentang kedatangan Gadjah Mada di Lombok, waktu itu pulau Lombok disebut SelapaWis (bahasa kawi: sela berarti batu dan pawis berarti ditaklukan). Jadi Selapawis berarti batu yang ditaklukan.

 

B. SASAK DAN LOMBOK SEBUAH SATU KESATUAN

Sasak dan Lombok mempunyai kaitan yang erat sehingga tidak dapat dipisahkan. Ia terjalin menjadi satu yang berasal dari kata Sa'sa' Loombo". Kata sa.= saris dan lombo' = lurus. Dengan demikian, Sasak Lombok berarti satunya lurus atau "satu-satunya kelurusan".

Selanjutnya dijelaskan arti dan makna Sasak Lombok ditinjau dari beberapa segi, antara lain:

1.     Segi Bahasa.

Bahasa sasak sangat sederhana, paling banyak hanya terdiri dari dua suku kata. Cukup dengan menambahkan kata "timur" atau barat", dan "Utara atau Selatan" Contoh Mamben Lauq, Mamben Deye.

Kemudian apabila di tempat itu berdiri sebilah pohon, misalnya pohon asam maka dusun yang dicarikan nama itu, cukup dinamakan dengan "Dasan Bagik" (bagik = asam).

 

2.     Segi keyakinan dan bermasyarakat

Suku Sasak bersandar pada Sa'sa' Lombo', sebagai sesuatu yang diyakini. Hal ini berpengaruh positif dalam hidup dan kehidupannya. Adapun sikap-sikap yang dimaksudkan dalam hidup beragama yaitu:

a. Penyerahan diri kepada Tuhan (Tauhid).

       b. Taat kepada Tuhan

c.  Taat kepada pemerintah

d.  Taat kepada orang

.Suku sasak sangat teguh memegang apa yang diajarkan sebelumnya begitupula dalam hidup bermasyarakat seperti:

a.       Penyebaran Islam pada tingkat permulaan, yang shalat hanya para mubalig, karena mereka sangat taat dengan ajaran yang sudah diterimanya dari guru yang pertama tadi. Hal ini terbukti pada masyarakat yang dinamakan "Islam Wetu Tele.

b.      Penduduk Lombok sangat taat kepada orang tua (ibu bapak atau orang yang lebih dewasa). Jika orang tua telah memiliki pendapat atau saran, maka yang lainnya harus ikut pendapat atau saran tersebut.

c.       Kejujuran atau kesederhanaan. Mereka beranggapan bahwa orang yang lebih tua dan patut lebih dihormati itu tidak akan membohonginya. Itulah Yang menjadi dasar bagi masyarakat "Waktu Telu" pada masa transisinya, bahwa untuk menjalankan syari'at agarna, lebih banyak diserahkan pada pita Kyai dan Pemangkunya.

3. Segi ketaatan kepada pemerintah.

Orang sasak sangat taat dalam menjalankan ajaran agamanya. Adanya ajaran-ajaran "taat kepada Tuhan, taat kepada Rasul dan taat kepada Pemerintah” Merupakan ajaran yang harus dijalankan secara murni dan apa adanya. Dalam hal ini narnpak kelemahan bagi mereka yang bulat-bulat menyerahkan persoalannya kepada seorang pemirnpin. Kalaupun ada yang kemudian ternyata menipunya, mereka juga tidak akan memberikan reaksi yang berlebih lebihan. Paling-paling mereka akan menggerutu dalam bahasa sasak mengatakan: "ia penje ia penjahit, in pete in dait, bagus pete bagus tedait,lenge pete lengetedait”.

Dan penjelasan tersebut di atas maka dapat disimpulkan nama suku dan pulau ini berasal dari "Sa'sa'  Lombo" menjadi Sasak Lombok yang artinya satu-satunya kelurusan. Sifat-sifat tersebut tercermin dalam sifat Datu dan Pemban pada masa lampau. Datu dan Pernban adalah sosok pemimpin yang mengayomi meng-emong rakyatnya. Pemimpinnya tidak mementingkan istana yang megah. Yang penting rakyatnya dapat makan. Hal tersebut merupakan salah satu alasan yang kuat mengapa bangunan istana raja, datu atau pemban tidak ditemukan di Gumi Sasak Dengan dernikian Orang Sasak Lombok adalah orang-orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran (kelurusan). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maeningful learning

 Sedangkan menurut Herliani, langkah-langkah yang umumnya dilakukan untuk menerapkan meaningful learning Ausubel atau belajar bermakna adala...